Rabu, 26 September 2018

Pengalaman Hidup

Setiap orang pasti punya kenangan dalam hidupnya, baik kenangan manis, pahit, ataupun konyol. Begitu pun aku. Dari masa kanak-kanak hingga berusia kepala dua, tak sedikit kejadian yang bisa dijadikan pengalaman hidup. Teringat pada masa kanak-kanak. Saat aku duduk di bangku kelas empat SD, ayah dan ibuku memutuskan untuk berpisah. Bukan hanya pisah rumah, tapi juga pisah dalam status pernikahan. Waktu itu aku tak memahami alasannya kenapa, karena setahuku tak pernah ada keributan antara ayah dan ibu. Yang aku ingat pada malam itu ayah memeluk dan menciumku sambil menangis. Dengan lirih ia berkata, "Kamu ikut Ayah ya, Nak...." Saat itulah aku mengerti bahwa akan ada jarak di antara kami. Dalam hati aku bertanya, kenapa bukan kakakku saja yang harus memilih?
Ayah selalu mendatangiku di sekolah setiap pagi. Ia memberiku uang, tanpa ketinggalan ciuman hangat di kening dan pipi. Sama sekali aku tidak menyukai keadaan ini. Setiap ayah pergi, aku langsung berlari ke kelas dan menangis. Teman-temanku pun heran, menanyakan apa yang terjadi. Tapi alhamdulillah, beberapa bulan berikutnya orang tuaku rujuk kembali.
Masih di masa Sekolah Dasar. Waktu itu musim hujan, jalan dari sekolah ke rumahku banjir. Saat pulang sekolah, aku kebelet pipis. Kupikir hanya satu kilometer, pasti bisa kutahan sampai rumah. Dengan santai aku dan teman-teman berjalan kaki menyusuri jalan yang sudah digenangi air karena diguyur hujan sejak pagi. Sampai di tengah perjalanan, hujan kembali turun. Jiwa anak-anak kami muncul dan mengajak untuk bermain air hujan. Alhasil, baju kami basah dari atas sampai bawah.
Dari tadi menahan pipis, ditambah kena air hujan yang menambah dingin, tak kuatlah aku. Tanpa sepengetahuan teman-teman, akhirnya mengalirlah air dari bendungan yang bongkah. Mereka tidak mungkin curiga, karena air itu mengalir bersamaan dengan derasnya air hujan yang membasahi seragam cokelatku. Ah, malu rasanya jika kuceritakan. Pengalaman konyolku ini tidak pernah aku ceritakan kepada siapa pun sebelumnya. Sesampainya di rumah, ibu heran. "Kenapa bajumu basah kuyup?" tanyanya. Kujawab sambil tersenyum geli, "Kehujanan."

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Tidak ada komentar: