Senin, 03 September 2018

Buku harian 1

Buku Harian 1
Aku ingin menceritakan ini. Sebuah kisah antara seorang wanita Jawa dengan lelaki keturunan Cina. Mereka diperkenalkan pada suatu waktu. Ada benih cinta yang tumbuh setelah beberapa bulan bersama. Sampai akhirnya ada satu kata sepakat menikah. Pasti bahagia yang mereka rasakan. Tentang rencana tempat tinggal, juga tentang masa depan keduanya sudah dibicarakan dengan matang. Kau tahu apa yang terjadi selanjutnya? Muluskah perjalanan cinta mereka? Ternyata tak semulus pipi model iklan kosmetik di televisi.
Pria bermata sipit itu meminta izin dan restu kepada orang tua angkatnya. Meski kini mereka berbeda keyakinan, si pria bermata sipit itu tetap menghormati kedua orang tuanya. Ketika kecil si pria bermata sipit diasuh di sebuah panti asuhan di kota kembang. Sampai ada satu keluarga berkeyakinan Katolik mengangkatnya menjadi anak. Ia dibesarkan dan diberi kehidupan yang lebih layak. Hingga dewasa ia berkehidupan lebih dari cukup. Tampang yang rupawan, karir mapan, rumah bertingkat, sampai kendaraan antik dimilikinya. Hingga hidayah mendatangi si pria keturunan Cina untuk memeluk Islam.
Kau tebak, apa jawaban ibunya ketika ia meminta restu? Bukan jawabannya yang membuat si wanita Jawa menangis. Air matanya jatuh tak lain karena alasan dari sang calon mertua. Jika alasannya kurang cantik, si wanita Jawa bertekad untuk berusaha mempercantik dirinya. Jika alasannya kurang harta, si wanita Jawa bertekad untuk mencari jalan menjadi kaya. Jika alasannya kurang cinta, si wanita Jawa bertekad untuk memberikan seluruh kehidupannya. Namun bukan itu alasan untuk si wanita malang.
Si wanita Jawa berusaha tegar saat ia dan pria bermata sipit berada di pertemuan terakhir. Si wanita Jawa membalikkan badan, sebagai tanda perpisahan di antara keduanya. Air mata pun tak dapat dibendung. Kejamnya ibu tiri tak sekejam kehidupan cintanya. Salah siapa jika ia terlahir sebagai wanita asli dari sebuah daerah yang terkenal dengan wanita nakalnya? Yang menyakitkan lagi, si pria bermata sipit tak bisa memilih satu di antara dua. Ya, si wanita Jawa memahaminya.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

3 komentar:

makopako mengatakan...

Jawaban ibunya ketika diminta restu apa kak? Btw, ini jawaban ibu si Jawa apa si CIna hehehe gagal paham maafkan.
Dijawab ya kak #kepo hahahaha

Unknown mengatakan...

Krn asal daerah. Ibunya menganggap bhw wanita d daerah itu ngga ada yg bnr krn mayoritas perempuan nakal. Jawaban ibu cina... 😁

Unknown mengatakan...

Krn asal daerah. Ibunya menganggap bhw wanita d daerah itu ngga ada yg bnr krn mayoritas perempuan nakal. Jawaban ibu cina... 😁