Rabu, 05 September 2018

Bahaya Rokok

Larangan merokok bukanlah hal yang baru di kalangan masyarakat Indonesia. Hal tersebut diperkuat dengan tersiarnya kabar tentang fatwa MUI yang mengharamkan rokok beberapa waktu lalu. Perdebatan pun tak dapat terelakkan sebab Indonesia merupakan negara yang jumlah perokoknya cukup besar. Dilansir dari tribunjogja.com, jumlah perokok aktif di Indonesia terus bertambah, hingga kini jumlahnya sudah mencapai 60 juta orang (17/4).
Banyaknya iklan tentang bahaya merokok tidak membuat masyarakat jera. Begitu pun dengan poster yang berisi larangan merokok ternyata tidak menjanjikan untuk ditaati semua pihak. Bukan hanya di jalan, di lingkungan sekolah pun sudah ada peraturan dilarang merokok. Namun, aturan hanyalah aturan. Seluruh siswa dilarang membawa rokok ke sekolah, apalagi mengisapnya di lingkungan sekolah. Jika ada yang kedapatan seperti itu, siswa tersebut akan kena sanksi. Namun, di lapangan banyak guru laki-laki yang dengan santainya merokok di lingkungan sekolah. Yang membuat miris adalah munculnya anggapan Aturan dibuat untuk dilanggar.
Contoh lain adalah ketika di bus umum. Jangankan bus kelas ekonomi, bus AC pun yang notabene tempat tertutup, terkadang masih ada yang menyalakan rokok di dalamnya.  Selain merugikan diri sendiri, para perokok aktif pun merugikan orang lain (perokok pasif). Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Selain itu, perokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan gagal jantung (www.aladokter.com).
Masih berdasarkan www.aladokter.com, lebih dari 4000 bahan kimia yang terdapat dalam sebatang rokok. Setidaknya, 60 dari bahan kimia tersebut mampu menyebabkan kanker. Bahan-bahan berbahaya pada sebatang rokok, di antaranya:
1. Karbon monoksida
Zat yang tidak bisa terlihat atau terasa ini, kerap ditemukan pada asap knalpot mobil. Zat ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen, sehingga menghalangi suplai oksigen ke seluruh bagian tubuh. Karbon monoksida ini cenderung membuat Anda merasa kehabisan napas dan juga menjadi lebih mudah lelah.
2. Tar
Ketika merokok, kandungan tar di dalam rokok akan ikut terisap. Zat ini akan mengendap di paru-paru Anda dan berdampak negatif pada kinerja rambut halus yang melapisi paru-paru. Padahal, rambut tersebut bertugas untuk mendorong kuman serta partikel asing lainnya keluar dari paru-paru Anda. Tar dalam asap rokok mengandung berbagai bahan kimia karsinogen, yang dapat memicu perkembangan sel kanker di tubuh.
3. Gas oksidan
Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaan oksidan dalam tubuh meningkatkan risiko terjadinya stroke dan serangan jantung.
4. Benzene
Zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak ini bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.
Selain bahan-bahan di atas, masih banyak kandungan zat kimia beracun pada sebatang rokok seperti arsenic (digunakan dalam pestisida), formalin atau formaldehyde (digunakan untuk mengawetkan mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan amonia.
Begitu banyak kandungan berbahaya dalam sebatang rokok. Bayangkan jika Anda mengisap banyak rokok daam sehari, seminggu, sebulan bahkan bertahun-tahun.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Tidak ada komentar: