Tidak akan ada kita jika di hatimu masih ada dia.
Selasa, 06 November 2018
Jumat, 02 November 2018
Jika aku yang meminta, apa kau juga akan memberikannya? Seperti yang kau lakukan saat dirinya meminta hatimu.
Selasa, 30 Oktober 2018
Memutar Waktu
Bagaimana caranya aku memutar waktu
Agar aku perbaiki memori di waktu itu
Aku telah berbuat kesalahan padamu
Aku menyakitimu
Di depan matamu aku mendua
Setan apa yang merasuk dalam tubuhku
Entahlah
Sakit di matamu sungguh terlihat nyata
Maafkan aku, Kanda...
Kini aku ingin kembali
Masih adakah aku di hati?
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Surat Cinta untuk PJ
Senin, 29 Oktober 2018
Sayangku Manis
Sayangku,
Sakitmu
Penantianmu
Tangismu
Akan membawa pada senyum abadi
Jangan bersedih
Hidupmu akan manis
Semanis cokelat yang meleleh ditiup angin
Tetap tersenyum
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Aamiin
Aamiin
Kupanjatkan doa di setiap waktu
Untukku dan untukmu
Untuk keluargaku dan keluargamu
Tak ada yang lain kupinta pada-Nya
Agar segera persatukan kita
Dalam ikatan suci
Bersatu mengikat janji
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Wisata JPP
JPP (Jati Plus Perhutani) adalah salah satu tempat wisata terbaru. Lokasinya di Haurgeulis Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dinamakan dengan Jati Plus Perhutani karena lokasi wisata tersebut menyerupai hutan dan banyak terdapat pohon jati di dalamnya.
JPP selalu ramai dikunjungi ketika hari libur, seperti hari Minggu atau hari libur nasional. Ketika libur panjang, seperti libur lebaran atau libur akhir semester, tempat ini tak pernah sepi setiap harinya. Di sana kita akan disuguhkan dengan berbagai wahana, yang semuanya bisa dijadikan sebagai tempat untuk berfoto. Mulai dari pohon jati yang berjejer, rumah pohon, papan berbentuk hati, sayap malaikat, ayunan, dsb.
Selain menyediakan spot foto yang menarik, wisata JPP juga menawarkan wahana permainan untuk anak-anak, di antaranya adalah singa depok. Singa depok atau yang biasa disebut sisingaan adalah salah satu kesenian di Jawa Barat. Ketika ada seorang anak yang akan dikhitan, hiburan di Indramayu biasanya adalah singa depok.
Di JPP Haurgeulis, anak yang ingin naik singa depok dikenakan biaya Rp25.000 untuk satu lagu. Anak-anak yang diperbolehkan naik berkisar 3-10 tahun yang tidak takut ketinggian. Ia akan dipikul dan diiringi musik live dari rombongan singa depok. Sampai lagu itu selesai, anak-anak bisa merasakan sensasi seperti naik depok sungguhan karena yang memikulnya pun orang-orang yang sudah berpengalaman. Para pemikul akan berjoget mengikuti irama musik dan lagu yang dimainkan.
Bagi anak Anda yang menggunakan pakaian biasa dan ingin menjadi seperti pengantin pada umumnya, di sana juga disediakan sewa kostum. Bukan hanya sewa kostum, tapi anak Anda juga akan dirias seperti pengantin kecil yang akan naik singa depok sungguhan. Terdapat juga penyewaan mainan mobil robot. Anak-anak di bawah umur atau yang takut ketinggian bisa bermain wahana ini dengan didampingi orang tua. Kita bisa memainkan mobil kecil dengan berbagai warna tersebut jika sudah membayar uang sewa. Banyak anak-anak yang tidak bisa atau tidak mau memainkannya, sehingga tak jarang yang menggerakkan remot mobilnya adalah para orang tua.
Selain berbagai wahana yang sudah disebutkan di atas, masih ada pula wahana lainnya, yaitu pertunjukkan berbagai macam binatang. Wahana ini bisa dijadikan sebagai wahana edukasi anak-anak agar mereka tahu berbagai jenis binatang dan melihatnya secara langsung, seperti burung hantu, kelinci, monyet, ular, dsb. Kita bisa berfoto di dalamnya. Bagi orang yang takut, bisa melihatnya dari luar karena wahana ini ditutupi dengan jaring.
Masih ada satu wahana lagi yang ditawarkan JPP, yaitu flying fox. Wahana ini diperbolehkan untuk semua orang selama ia berani dan tidak takut ketinggian. Tak terkecuali saya. Ketika berlibur ke sini, ada rasa penasaran karena belum pernah bermain flying fox sebelumnya. Dengan modal nekat, saya memberanikan diri untuk mencoba. Dimulai dengan pemasangan safety belt dan helm, saya menaiki tangga untuk sampai ke atas. Tak lama kemudian, tubuh saya meluncur. Sesampainya di bawah, saya merasakan pusing yang lumayan berat. Kepala sakit, badan pun terasa meriang, ditambah hidung yang mulai tersumbat. Inilah tanda-tanda saya demam.
Untunglah di sana terdapat warung-warung yang bukan hanya menawarkan berbagai menu makanan. Saya membeli MIXAGRIP obat anti flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Saya langsung meminumnya. Alhamdulillah saya COCOK dan bisa menikmati perjalanan pulang dengan badan yang tetap sehat.
Dengan tiket masuk yang murah, kita bisa bermain sepuasnya di daerah wisata JPP Haurgeulis Indramayu. Bukan hanya tampilan alam yang disediakan, tetapi juga ada nilai keindahan dan pendidikan. Mari kita lestarikan budaya Indonesia.
Kamis, 25 Oktober 2018
Aku dan Kamu
Kesakitan menghentikan langkahku
Ketika kuteguhkan hati untuk menunggu
Ketika kupejamkan mata dari gelapnya sikapmu
Tuhan menitipkan rindu
Di hati kecil yang menolak penghuni baru
Meski mimpiku kini berkawan dengan sepi
Ia masih betah dengan sendiri
Masih sabar menanti rintik hujan
Menyegarkan tanah agar bau basah
Juga masih setia menunggu
Ada kata aku dan kamu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Untuk Dicinta
Mungkin air di lautan tak akan pernah surut
Meski kau kuras ia tiap waktu
Sama halnya dengan rasaku
Tak pernah berkurang, sebutir pun tidak untukmu
Pernah kukatakan dengan lantang
Sekali hati berkata iya
Dengannya kuberikan seluruh dunia
Dan kupilih hatimu untuk dicinta
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Rabu, 24 Oktober 2018
Buku Harian 2 (Part 2)
#komunitasonedayonepost
#ODOP6
Selasa, 23 Oktober 2018
Pasangan
Minggu, 21 Oktober 2018
Munafik
#ODOP_6
Aku Ingin Kamu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Status
Sabtu, 20 Oktober 2018
Ayah... Ibu...
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Rabu, 17 Oktober 2018
Senyum Abadi
Melatih hati untuk sendiri
Bersabarlah
Keyakinanmu akan berbuah manis
Seperti kurma ranum
Wanginya berbaur dengan angin dingin
Sayangku,
Penantianmu
Sakitmu
Tangismu
Akan mengantarmu pada senyum abadi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Selasa, 16 Oktober 2018
Kisah Pulpen Hitam
#TantanganODOP6
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi
Senin, 15 Oktober 2018
Rindu dalam Puisiku
Kau tikung aku
Lalu kau rebut kekasihku
Hingga aku terbunuh
Oleh rindu yang begitu menderu
Aroma tubuhnya masih terendus tajam
Oleh hidung yang pernah dicubitnya ini
Sedang kau tak tahu bagaimana rasanya tertusuk rindu
Merindukan pertemuan sejak dua bulan lalu
Masih teringat
Ia tumpahkan agar jelly di meja tua
Lalu kami berebut senja
Dan rindu menjadi puisi lama
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Biografi Ayah Hebat
#tantanganODOP5
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi
Minggu, 14 Oktober 2018
Diaryku
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Impian Rasti
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kamis, 11 Oktober 2018
Maafkan Aku
#ODOP_6
Priaku
Tuna Cinta
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Selasa, 09 Oktober 2018
Aku Mencintaiku
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
CIMANUKKU
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Minggu, 07 Oktober 2018
Syurgamu, Syurgaku
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Buku Harian 3
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Sabtu, 06 Oktober 2018
Sajak Berpuisi
Kepada angin ingin kukabarkan
Ada gelisah mendera
Tapi ini bukan rindu
Jurang pemisah kian tampak di mata
Risau pun terus melanda
Dia ataukah kamu?
Sajak puisiku merana
Hati ingin bersamamu
Namun jarak tak mungkin bertamu
Sajakku berpuisi mesra
Dunia memihak padanya
Sayang, ia bukanlah kamu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kamis, 04 Oktober 2018
INDAH
Kisah sang Putri
Untuk buah hatiku, tenanglah sebentar
Aku ingin membagi kisah zaman dahulu
Kisah seorang putri nan jelita
Banyak-banyak disukai rakyatnya
Ia bertemu sang pengembara di suatu waktu
Dari kalangan tak berharta
Lalu mereka saling menjatuhkan hati
Berjanji sehidup dan semati
Raja menentangnya
Tak merestui cinta sang putri kepada sang lelaki
Betapa sedih hati putri
Hingga ia memilih tuk mengakhiri
Sang lelaki menyendiri
Meratapi kematian sang kekasih
Lambat laun tubuhnya semakin mengurus
Karena derita batin merindu tak bertepi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Selasa, 02 Oktober 2018
Hanif Alfian
Kini kau bagai kalimat aktif intransitif
Tanpa objek pun ia bisa tetap tak pasif
Sama halnya dengan dirimu, Hanif
Ah... sungguh kau terlalu sensitif
Aku tak pantas kau cemburui
Kemarin kau melihat seorang lelaki
Yang memegang tanganku saat jalan kaki
Tapi bagiku hanya kau pujaan hati
Bukan dia, Hanif Alfian...
Tapi waktu yang akan menjelaskan
Dengannya hanya cinta sepintas jalan
Denganmulah aku hayalkan kebersamaan
Sanjunglah kembali untuk cinta nyata
Bersama kan kita tepiskan segala rasa duka
Yang terkadang kecut ibarat cuka
Rumah bahagia telah menanti kita berdua
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Senin, 01 Oktober 2018
Baiklah
Aku gagal
Kau sama sekali tak menoleh saat aku memanggil
Baiklah.
Lampu neon itu menatap sebal padaku
Kenapa tak kupecahkan saja ia
Agar kertas puisi itu tak lagi menjadi lagu pilu
Baiklah.
Kepada rumput aku bicara
Bahwa tak ada lagi cinta Rama dan Sinta
Kenapa mereka masih saja percaya
Baiklah.
Tentang hati yang kisruh
Kau sama sekali tak berbalik saat aku memintamu berlabuh
Baiklah.
Aku pahami soal ini
Soal materi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Minggu, 30 September 2018
MAR
Sabtu, 29 September 2018
Aku Malu pada-Mu
Jumat, 28 September 2018
Ketika R Menduri Hati
Ini bukan salahmu, kau mengikuti garis takdir hidupmu saja. Kau hanya mengiyakan saat Dia mendatangkannya. Ini bukan salahmu, kau hanya menjalani alur langit dan bumi, mengalirkan syair tentang segi tiga. Ini bukan salahmu saat orang memandang surat undangan dalam genggamanku. Ini bukan salahmu saat foto di undangan itu adalah fotomu dan bidadarimu. Ini salahku, pandai menyimpan rasa, takut menumbuhkan cinta, aku pula yang tersiksa.
"Kemarin aku bertemu dengannya," kata Ane tadi pagi.
"Apa dia mengatakan sesuatu?" tanyaku.
“Dia hanya menitipkan surat undangan itu."
Kembali kutatap surat yang masih terlipat di telapak tanganku, warna merah. Seperti ada api di dalamnya mataku, semakin lama api itu kian membakar. Tak tahan, kutumpahkan saja semuanya. Sedang Ane tak mampu berbuat apapun.
Bangku di taman itu menjadi saksi bisu betapa sesaknya rasa ini. Sangat sakit. Tangan mulus Ane perlahan merangkul pundak yang tak sadar kugetarkan. Di pundak Anelah aku memuaskan rasa ingin menjerit, menangis, dan menghilang. Teriakan yang tak terdengar, hanya tersimpan dalam hati.
Sembilan bulan yang lalu ia dan aku bertemu untuk pertama kalinya di acara pertunangan Ane. Setelah acara selesai, Ane memperkenalkan seorang laki-laki. Sosok pendiam, ramah, tapi mampu menarik perhatianku.
“Siapa tahu kalian berjodoh," kata Ane setengah berbisik jahil.
"Regi," suara lembutnya terdengar saat pertama kali ia menyebutkan nama.
“Nurma," jawabku.
Januari 2017 pertama kalinya tangan kami berjabat. Tak butuh waktu lama untuk aku dan Regi saling mengenal. Saling bertukar nomor kontak, menikmati makan malam di pinggir jalan, menghabiskan waktu untuk berbagi cerita.
Mei 2017 aku kembali bertemu dengan Ane. Sejak dipindahkan ke kantor utama, Ane memilih pindah tempat tinggal agar lebih dekat dengan tempat kerjanya.
"Bagaimana kabarmu, Nur?"
"Seperti yang kau lihat."
“Lalu bagaimana dengan Regi? Cieee...." Ane tertawa kecil.
"Maksudmu apa, Ne?"
“Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Lihat, pipimu memerah. Wah, apa kalian sudah pacaran? Kenapa tidak memberi tahu aku? Jahat kamu, Nur. Apa kau sudah tidak menganggapku sahabat?"
Pipiku memerah? Benarkah? Kulirik Ane. Bibirnya terkatup rapat, agak dimonyongkan sedikit rupanya.
“Sudahlah, Ne. Jangan goda aku terus.”
"Tapi aku juga ingin tahu, Nur. Kalian sudah kenal baik, pasti sudah ada perkembangan ke arah yang lebih serius kan? Pacaran kek, tunangan, atau langsung menikah. Kamu suka Regi, kan?" kujawab pertanyaan Ane dengan anggukan malu-malu. Anggukan kepalaku dibalas dengan senyum ringan dihiasi lesung pipit di pipinya.
"Aku sayang kamu, Nur. Aku ingin melihatmu bahagia, dan aku yakin Regilah orangnya. Orang yang selalu bisa membuatmu tersenyum dan tertawa.”
Suasana saat itu sungguh membahagiakan, tak seperti yang sekarang.
"Regi akan menikah. Bukan dengan aku, tapi dengan..." mulutku tertutup, lalu Ane menenangkan.
"Aku pun tak habis pikir, kenapa ceritanya seperti ini. Maafkan aku, Nur...”
"Tidak ada yang bisa disalahkan, Ne. Mungkin Ulfa adalah pilihan Regi. Aku saja yang bodoh, terlalu yakin dengan sikap manisnya. Tanpa aku sadari bahwa ada cinta di antara mereka."
"Tapi Ulfa sahabatmu, dan dia tahu antara kamu dan Regi..." Aku tersenyum, menahan sesak yang menyelimuti hati.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kamis, 27 September 2018
Masih tentang Rindu
Jika kau merindu
Jangan cari aku di dermaga
Karena aku tak lagi di sana
Jika kau ingin bertemu
Datanglah ke rumah
Tentu kau masih ingat jalannya
Beginilah arti merindu
Rinduku juga rindumu
Sayangnya tak mungkin bersatu
Beginikah rasa merindu
Yang tak bertemu di muara satu
Tapi tetap saja merindu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Rabu, 26 September 2018
Pengalaman Hidup
Setiap orang pasti punya kenangan dalam hidupnya, baik kenangan manis, pahit, ataupun konyol. Begitu pun aku. Dari masa kanak-kanak hingga berusia kepala dua, tak sedikit kejadian yang bisa dijadikan pengalaman hidup. Teringat pada masa kanak-kanak. Saat aku duduk di bangku kelas empat SD, ayah dan ibuku memutuskan untuk berpisah. Bukan hanya pisah rumah, tapi juga pisah dalam status pernikahan. Waktu itu aku tak memahami alasannya kenapa, karena setahuku tak pernah ada keributan antara ayah dan ibu. Yang aku ingat pada malam itu ayah memeluk dan menciumku sambil menangis. Dengan lirih ia berkata, "Kamu ikut Ayah ya, Nak...." Saat itulah aku mengerti bahwa akan ada jarak di antara kami. Dalam hati aku bertanya, kenapa bukan kakakku saja yang harus memilih?
Ayah selalu mendatangiku di sekolah setiap pagi. Ia memberiku uang, tanpa ketinggalan ciuman hangat di kening dan pipi. Sama sekali aku tidak menyukai keadaan ini. Setiap ayah pergi, aku langsung berlari ke kelas dan menangis. Teman-temanku pun heran, menanyakan apa yang terjadi. Tapi alhamdulillah, beberapa bulan berikutnya orang tuaku rujuk kembali.
Masih di masa Sekolah Dasar. Waktu itu musim hujan, jalan dari sekolah ke rumahku banjir. Saat pulang sekolah, aku kebelet pipis. Kupikir hanya satu kilometer, pasti bisa kutahan sampai rumah. Dengan santai aku dan teman-teman berjalan kaki menyusuri jalan yang sudah digenangi air karena diguyur hujan sejak pagi. Sampai di tengah perjalanan, hujan kembali turun. Jiwa anak-anak kami muncul dan mengajak untuk bermain air hujan. Alhasil, baju kami basah dari atas sampai bawah.
Dari tadi menahan pipis, ditambah kena air hujan yang menambah dingin, tak kuatlah aku. Tanpa sepengetahuan teman-teman, akhirnya mengalirlah air dari bendungan yang bongkah. Mereka tidak mungkin curiga, karena air itu mengalir bersamaan dengan derasnya air hujan yang membasahi seragam cokelatku. Ah, malu rasanya jika kuceritakan. Pengalaman konyolku ini tidak pernah aku ceritakan kepada siapa pun sebelumnya. Sesampainya di rumah, ibu heran. "Kenapa bajumu basah kuyup?" tanyanya. Kujawab sambil tersenyum geli, "Kehujanan."
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Selasa, 25 September 2018
Pembawa Seplastik Apel dan Jeruk
Bagaimana jika aku merindu
Sosok pembawa seplastik apel dan jeruk
Turun dari motor vario hitam
Mampir saat pulang dari kota karawang
Di malam itu
Ia berikan buah tangannya untuk ibuku
Diterima dengan senyum sedikit kaku
Karena ia adalah orang baru
Bagaimana jika aku merindu
Sosok pembawa seplastik apel dan jeruk
Dan sepertinya aku merindu
Lagi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Senin, 24 September 2018
Pura-Pura Bahagia Itu Menyakitkan
Hari ini, langit begitu panas. Angin enggan menyapaku yang tengah dilanda gelisah. Kemeja batik oranye dengan celana Levis hitam tak membuatku yakin saat kakiku melangkah ke sebuah acara pernikahan. Di sana terlihat sepasang pengantin, bahagia sekali kelihatannya. Mempelai wanita sangat cantik, balutan gaun biru toska menambah keanggunannya. Mempelai laki-laki tampan dengan kemeja putih berbalut jas hitam.
“Lihat Lina, dia cantik, bukan?" tanya Priyo sambil menunjuk sang ratu sehari yang sejak tadi tak pernah menutup senyumnya. Aku tersenyum kecut, mengacuhkan pertanyaan Priyo.
“Sampeyan mau jadi patung di sini atau mau kondangan? Gudeg itu sudah manggil-manggil aku, Den..." kata Priyo dengan memasang wajah kelaparan.
"Pikiranmu makan terus. Katanya kamu mau menemani aku, tapi di otakmu cuma makanan saja," jawabku agak ketus. Jahatnya Priyono, tak peduli dengan rasaku.
“Habis jarang banget ada gudeg di pesta pernikahan orang Jakarta. Kamu ini kaya ndak tahu aku saja..."
"Ya sudah. Kita berikan ucapan selamat ke pengantin dulu. Setelah itu, kamu boleh makan gudeg sepuasnya."
Priyo yang datang bersamaku mengisyaratkan agar kakiku melangkah lebih cepat. Matanya masih saja melirik barisan prasmanan, gudeg itu seolah punya daya tarik yang luar biasa. Sampailah aku di pelaminan bernuansa emas itu. Tinggal lima langkah lagi mataku dan matanya akan saling bertatap, seperti ketika tangannya masih mau kugenggam erat. Tak bisa dimungkiri, keringat dingin membasahi keningku sejak tiga puluh menit yang lalu, tepatnya sejak aku berdiri mematung menyaksikan pemandangan di hadapanku itu. Di sana harusnya aku yang menjadi pemeran utama.
Sampailah aku di hadapannya. Benar saja, keringatku semakin deras ketika senyum khasnya menyapa kedatanganku. Kujulurkan tangan, seraya mengucapkan selamat dan doa, meski sekadar basa-basi. Kebetulan yang menyakitkan. Di saat yang bersamaan, mengalunlah lagu Kandas. Bertambah hancurlah hatiku, suara vokalis organ itu begitu mendayu, membuka imajinasiku dengannya, Lina.
"Terima kasih sudah menyempatkan hadir di acara pernikahanku, Denis," ucap Lina. Dia tersenyum, membuat penyesalan itu semakin memuncak. Bodohnya aku, melepas wanita yang bukan hanya sederhana, tapi ia juga baik, sabar, dan pengertian hanya karena tergoda kecantikan dunia.
“Aku pun berharap suatu saat kamu akan menemukan seseorang yang kauinginkan, yang bisa melihat kekuranganmu menjadi kelebihan yang tak terlihat dari orang lain," lanjut Lina.
“Aku ikut berbahagia untukmu, Lin," sekali lagi kuulurkan tangan kepadanya. Kuanggap sebagai salam perpisahan.
“Pura-pura bahagia itu menyakitkan ya, Den,” kata Priyo sambil menikmati santapannya, langsung kubalas dengan mata melotot.
#tantanganODOP3
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi
Minggu, 23 September 2018
Si Bungsu
Jika nafasku tak kuat lagi memanjang
Jika waktuku enggan tuk terus berjalan
Bawakanku taburan bunga, taruh di atas tanah merah
Berdendanglah dalam alunan doa
Ayah.. Bunda...
Jika Ia memanggilku lebih cepat darimu
Biarkan raga kita tersentuh
Sebelum jiwa berhenti bersatu
Aku tak ingin diiriingi dengan air mata
Senyumlah untuk ketenanganku
Bukan aku tak mau merancang dunia
Hanya usia yang tak memihakku
Kirimi aku malaikat penerang
Agar di sana senyum selalu mengembang
Jangan buang kenanganku dulu
Aku masih bungsumu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Sabtu, 22 September 2018
Pelantikan Pramuka Penegak Bantara SMK Negeri 1 Anjatan
Jumat, 14 September 2018 telah dilaksanakan pelantikan Pramuka Penegak Bantara di SMK Negeri 1 Anjatan, Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari. Berbeda dengan ekstrakurikuler yang lainnya, Pramuka (Praja Muda Karana) merupakan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan di sekolah.
Kegiatan pelantikan penegak bantara Sunan Kali Jaga - Nyimas Gandasari Gudep 25.133 - 25.134 diikuti oleh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Anjatan, yang terdiri atas jurusan Multimedia, Farmasi, dan Teknik Sepeda Motor, sedangkan siswa jurusan Broadcasting dan Akomodasi Perhotelan sedang mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin).
Untuk mendapatkan gelar Bantara, para peserta harus mengikuti serangkaian kegiatan. Dimulai dari upacara pembukaan, seluruh peserta harus datang tepat waktu. Upacara pembukaan pelantikan dipimpin langsung oleh Haris Nugraha, S.Pd, selaku koordinator ekstrakurikuler SMK Negeri 1 Anjatan. Sementara itu, Kamabigus (kepala sekolah) sedang mempunyai kegiatan lain sehingga tidak bisa menghadiri upacara pelantikan.
Seluruh peserta pelantikan diwajibkan untuk mengisi Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU). Selain itu, mereka juga diharuskan membawa tugas dan peralatan yang dibutuhkan, baik tugas pribadi maupun tugas sangga. Setelah masing-masing sangga mendirikan tenda di bumi perkemahan SMK Negeri 1 Anjatan, acara api unggun pun dimulai. Kegiatan di hari pertama ditutup dengan kreasi seni. Setiap sangga harus menampilkan kreativitas mereka, seperti menyanyi, drama, baca puisi, dsb.
Tepat pukul 02.00 WIB, Sabtu, 15 September 2018, peserta pelantikan dibangunkan. Mata mereka ditutup dan harus berjalan mengikuti arah tepukan dewan. Di lapangan mereka dikumpulkan, diberikan pembinaan dan renungan. Sampai pada acara puncak, yaitu hiking. Hiking kali ini bukan mendaki gunung, tetapi berjalan dari sekolah menuju pantai Kepuh dengan jarak 8-9 kilometer.
Peserta berjalan persangga menuju lima pos yang disediakan. Di setiap pos ada tantangan dan tugas yang harus diselesaikan, mulai dari pioneering, sandi morse, semaphore, halang rintang, dan pengetahuan kepramukaan. Di sinilah kekompakan dan kerja sama mereka diuji karena aka nada penilaian dari masing-masing pos.
Setelah semuanya menyelesaikan tugas di lima pos, acara terakhir adalah pelantikan dan penyematan balok bantara. Upacara pelantikan dilaksanakan di laut, mengharuskan seluruh peserta berdiri tegak dengan menahan ombak yang datang. Setelah mengucapkan Tri Satya, seluruh peserta resmi dilantik menjadi Penegak Bantara oleh pembina Pramuka SMK Negeri Anjatan.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Jumat, 21 September 2018
Kusapa di Kala Rindu
Melepasmu adalah sebuah keharusan
Karena rindu sudah tak lagi di hatimu
Mencintaimulah yang harus kuhentikan
Karena hatimu sudah tak lagi untukku
Mendambamu tak kan lagi kubiasakan
Karena melepas akan menguatkanku
Memikirkanmulah yang harus kuhapuskan
Karena cinta sudah tak terjaga buatku
Adakah di sana kau sembunyikan
Sisa hati untuk kusapa di kala rindu
Juga dengan apa aku mintakan
Tuk satukan lagi kau dan aku
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kamis, 20 September 2018
Diamlah
"Diamlah! Aku tak mau lagi dengar nama itu," gadis itu membanting buku tebal bersampul hitam.
“Tapi dia bapakmu, Rin. Bagaimana pun dia tetap bapakmu, orang yang telah membesarkan dan mendidikmu. Coba kamu renungkan. Dia menjadi orang tua tunggal sejak ibumu meninggal. Dari pagi sampai sore banting tulang di ladang, tidur malamnya terganggu dengan tangisanmu yang minta dibuatkan susu, sedangkan waktu untuk istirahat saja dia tidak punya," tegas Weni, sahabat Rina.
"Sudahlah, Wen. Itu memang kewajibannya sebagai ayah."
"Kamu tahu kewajiban seorang ayah, tapi kamu sendiri tidak mau tahu tentang kewajibanmu sebagai anak."
Masih dengan motor Honda tuanya, Rina meninggalkan Weni yang masih terheran dengan sikap Rina. Sebagai sahabat, Weni tak pernah lelah mengingatkan Rina yang sikapnya terkadang keterlaluan. Pak Soleh memang bukan ayah yang sempurna, tapi ia rela memberikan nyawanya untuk sang anak. Betapa ruginya Rina karena telah menyia-nyiakan pak Soleh, pikir Weni.
Rina melajukan motornya dengan kecepatan lambat. Maklum, motor keluaran tahun 2000 itu sudah tak kuat berlari kencang. Dari kejauhan tampak punggung seorang lelaki tua, memegang cangkul di ladang milik tetangganya. Ialah pak Soleh, tetap semangat meski terik matahari membakar kulitnya.
"Bapak..." teriak Rina dari kejauhan. Ia segera menghampiri ayahnya setelah memarkirkan motor di tepi ladang.
Pak Soleh menoleh. Senyum tergurat di bibirnya, mengetahui anak kesayangannya datang. “Ada apa? Tumben Rina mau menginjakkan kaki di ladang,” tanya pak Soleh dalam hati. Ia bergegas ke pinggir, mengusap keringat di dahinya.
"Rina... tumben sekali kamu menyusul Bapak ke sini. Ada apa, Nak?" tanya pak Soleh sumringah.
"Aku minta uang. Teman-temanku semua, termasuk Weni, ingin berlibur ke Yogyakarta.”
"Bapak belum punya uang, Nak..."
"Tiap aku minta uang selalu jawabannya seperti itu. Terus kapan Bapak punya uangnya? Bapak kan janji akan memberikan apapun yang aku minta, mana buktinya? Jangankan minta motor baru, minta jalan-jalan saja Bapak tidak bisa mengabulkan."
"Bukan begitu, Nak. Kalau Bapak punya uang..."
"Sudahlah, Pak. Bapak bisanya cuma janji. Aku benci Bapak…" Rina pergi dengan penuh amarah, sedang pak Soleh hanya memandang Rina yang semakin jauh dengan motornya.
#tantanganODOP2
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi