Minggu, 21 Oktober 2018

Status


Aku tidak tahu harus menjelaskan dengan bahasa apa, agar hatiku paham bahwa hubungan kita sudah berstatus mantan. Meskipun kita sama-sama tahu, masih ada cinta di hati masing-masing. Tapi semua itu tidak berarti jika tidak ada kejelasan untuk ke depannya.
Kau tahu bagaimana aku. Ya, aku yang menginginkan untuk tinggal bersama orang tuaku jika nanti kita menikah. Alasanku sederhana, karena masih mau berbakti dan mengurus orang tua yang sedang sakit. Sedangkan kau sendiri tak mau, karena menurutmu seorang wanita harus patuh dengan suami, menuruti ke mana pun suami pergi. Lalu kuturunkan egoku. Baiklah, kita tidak tinggal di sini, tapi aku minta kita cari rumah kontrakan yang letaknya tak jauh dari orang tuaku, orang tuamu, juga tempat kerjaku. Jika ibuku membutuhkan, aku masih bisa membantunya, pikirku. Masalah pekerjaanmu, aku yakin akan ada jalan keluar.
Kau tetap menolak. Kau khawatir tidak bisa menghidupiku, karena selama ini kamu tidak menemukan pekerjaan di kampung kita. Kau memilih untuk membuka usaha di kota lain. Aku bisa apa? Aku tidak bisa memilih antara ibu denganmu. Kau juga tidak bisa memaksa. Satu minggu waktu kita berpikir, hingga keputusan itu harus kita ambil bersama.
Aku tak menyalahkanmu. Keadaan yang memaksa kita berada dalam kebimbangan dan akhirnya harus mengambil keputusan pahit. Kita sendiri pun belum siap dengan itu. Tapi mau bagaimana lagi? Jalan kita seolah tertutup dengan keegoan masing-masing.
Menyadarkan hati bukanlah hal yang mudah, terlebih tentang status yang sebenarnya tak pernah diinginkan. Jujur, kamu masih hidup di hatiku. Entah sampai kapan, aku pun tak tahu. Hanya lewat suara kita bisa bertatap muka. Pembahasan antara kita pun sama, masih berharap waktu akan mengubah keadaan. Kau yakinkan aku bahwa jodoh adalah rahasia. Mungkin saja besok atau lusa di antara kita ada yang mengalah, entah aku atau kamu. Atau mungkin takdir yang akan berbicara, kamu menemukan jalan mencari rezeki di kampung halaman sehingga bisa tinggal di sini. Harapan demi harapan kita rangkai bersama. Mantan hanya status hubungan, sedangkan hati masih saling sayang.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Tidak ada komentar: