Aku tidak tahu
harus menjelaskan dengan bahasa apa, agar hatiku paham bahwa hubungan kita
sudah berstatus mantan. Meskipun kita sama-sama tahu, masih ada cinta di hati
masing-masing. Tapi semua itu tidak berarti jika tidak ada kejelasan untuk ke
depannya.
Kau tahu
bagaimana aku. Ya, aku yang menginginkan untuk tinggal bersama orang tuaku jika
nanti kita menikah. Alasanku sederhana, karena masih mau berbakti dan mengurus
orang tua yang sedang sakit. Sedangkan kau sendiri tak mau, karena menurutmu
seorang wanita harus patuh dengan suami, menuruti ke mana pun suami pergi. Lalu
kuturunkan egoku. Baiklah, kita tidak tinggal di sini, tapi aku minta kita cari
rumah kontrakan yang letaknya tak jauh dari orang tuaku, orang tuamu, juga
tempat kerjaku. Jika ibuku membutuhkan, aku masih bisa membantunya, pikirku.
Masalah pekerjaanmu, aku yakin akan ada jalan keluar.
Kau tetap
menolak. Kau khawatir tidak bisa menghidupiku, karena selama ini kamu tidak
menemukan pekerjaan di kampung kita. Kau memilih untuk membuka usaha di kota
lain. Aku bisa apa? Aku tidak bisa memilih antara ibu denganmu. Kau juga tidak
bisa memaksa. Satu minggu waktu kita berpikir, hingga keputusan itu harus kita
ambil bersama.
Aku tak
menyalahkanmu. Keadaan yang memaksa kita berada dalam kebimbangan dan akhirnya
harus mengambil keputusan pahit. Kita sendiri pun belum siap dengan itu. Tapi
mau bagaimana lagi? Jalan kita seolah tertutup dengan keegoan masing-masing.
Menyadarkan
hati bukanlah hal yang mudah, terlebih tentang status yang sebenarnya tak
pernah diinginkan. Jujur, kamu masih hidup di hatiku. Entah sampai kapan, aku
pun tak tahu. Hanya lewat suara kita bisa bertatap muka. Pembahasan antara kita
pun sama, masih berharap waktu akan mengubah keadaan. Kau yakinkan aku bahwa
jodoh adalah rahasia. Mungkin saja besok atau lusa di antara kita ada yang
mengalah, entah aku atau kamu. Atau mungkin takdir yang akan berbicara, kamu
menemukan jalan mencari rezeki di kampung halaman sehingga bisa tinggal di
sini. Harapan demi harapan kita rangkai bersama. Mantan hanya status hubungan,
sedangkan hati masih saling sayang.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar