Sekeranjang
sayuran dibawanya. Gadis itu tersenyum saat para tetangga menyapa, menampakkan dua
gigi gingsul sehingga terlihat semakin manis. Banyak pemuda yang tergila-gila
padanya, karena bukan hanya punya wajah yang ayu, sikapnya pun santun dan
sederhana. Sudah banyak lamaran yang datang kepadanya, namun tak ada satu pun
yang diterima. Sesampainya dari pasar, Rasti kaget karena di rumahnya sedang
ada tamu. Pak Sanif, sahabat almarhum ayahnya tengah berbicara dengan bu Siti,
ibu Rasti.
“Aku belum
ingin menikah, Bu,” kata Rasti kepada ibunya setelah pak Sanif berpamitan.
“Sudah sebelas
laki-laki yang datang melamarmu, dan semuanya ditolak. Sekarang ada pak Sanif
datang melamar buat anaknya, moso’
harus Ibu tolak lagi, Nduk?” tanya bu
Siti.
“Aku masih
muda, Bu. Masih banyak impian yang harus aku kejar,” jawab Rasti.
“Aldo itu anak
yang baik, sopan, dan sudah punya pekerjaan. Kalian juga sudah kenal dari
kecil. Kalau setiap lamaran yang datang ditolak, Ibu takut ndak ada lagi laki-laki yang mau menikahi kamu.”
“Aku masih
punya cita-cita ingin kuliah, Bu. Sebelum meninggal, bapak ingin melihat aku
kuliah di kota. Belajar di gedung tinggi sampai aku dapat nilai yang tinggi
juga. Walaupun bapak sudah tidak bisa melihatku lagi, tapi aku yakin bapak
bahagia kalau aku bisa kuliah dan jadi seorang dokter. Kalau aku menikah
sekarang, bagaimana dengan impian itu, Bu?”
Bu Siti mematung.
Ia teringat Awono, yang suka menghabiskan waktu dengan minum teh tawar buatannya.
Teh tanpa gula, tapi suaminya selalu mengatakan itu adalah teh termanis,
semanis si pembuatnya. Di pelupuk matanya terbayang sesosok lelaki jangkung
kurus hitam. Di gendang telinganya terdengar kembali sayup-sayup rayuan dan
wejangan Awono yang selalu membekas di hati.
“Ibu kenapa?”
tanya Rasti mengagetkan bu Siti.
“Ibu teringat
akan bapakmu. Meskipun kerjanya serabutan, bahkan untuk makan saja sering
puasa, tapi bapakmu ingin anaknya sekolah yang tinggi agar jadi orang sukses. Baiklah,
Nduk. Ibu dukung semua keputusanmu. Ibu
yakin kamu sudah besar, bisa memilih jalan hidup yang baik buat keluarga kita.”
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar