Minggu, 07 Oktober 2018

Buku Harian 3


Mematikan rasa itu bukan hal yang mudah. Saat hati masih berharap pada sosok Lucky, aku dihadapkan pada pilihan lain. Aku teringat pada kalimatnya di waktu itu, saat kami saling bertatap namun dihiasi dengan mata berkaca-kaca.
“Jika nanti ada seorang laki-laki yang bisa membangunkan istana impianmu, aku menerimanya. Maafkan aku yang tak bisa mewujudkan keinginanmu.”
“Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta, tapi kepadamu cinta itu begitu mudah hadir dan tumbuh. Aku tak mau yang lain, aku cuma mau kamu yang menjadi pasangan hidupku. Bukankah itu rencana kita dari beberapa bulan lalu?” tanyaku.
“Keadaannya berbeda, Nilam. Untuk saat ini aku masih punya tanggung jawab, yaitu keluargaku. Aku anak lelaki satu-satunya. Kalau bukan aku, siapa lagi yang akan mencari nafkah untuk mereka, sedangkan bapakku, aku pun tak tahu dia di mana.”
Lucky menambahkan, “Aku sendiri berat untuk melepasmu. Sungguh, aku tak pernah menemukan, dan mungkin tidak akan menemukan lagi wanita sepertimu. Kau tak pernah menuntut apapun, menerimaku apa adanya, selalu menjadi penghibur di saat aku jatuh terpuruk. Kau wanita yang baik, aku yakin hidupmu akan disandingkan dengan orang baik pula. Jika memang berjodoh, pasti nanti akan ada jalan untuk kita bersama, mungkin, besok, lusa, atau kapanpun. Itu pun kalau kau masih sendiri saat aku kembali dari negeri orang.”
Tak berselang lama, ada lamaran datang. Kawan ibu melamarku untuk anaknya, Ahmad. Mungkin inilah jawaban sang waktu atas segala tanya.
“Kau dan Lucky memang saling mencintai. Tapi hidup itu rasional, Nak. Kamu perempuan, sedangkan Lucky tidak bisa memberi kepastian dalam waktu dekat. Ingat usiamu, Nilam. Mau sampai kapan kau akan menunggunya? Bukankah dia juga yang mengatakan akan menerima jika ada lelaki yang datang kepadamu? Lalu apa lagi yang kamu pikirkan? Ini pasti berat, jadi pertimbangkanlah. Ini hidupmu, kau pula yang harus mengambil keputusan.”
Apakah aku berkhianat jika menerima Ahmad? Kupikir tidak, meski hati masih meyakinkan bahwa aku akan bertakdir dengan Lucky. Inilah jalan yang kupilih, mengisi ruang dengan hati yang baru.


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Tidak ada komentar: