Namanya
Kasarah, biasa dipanggil Sarah. Terdengar seperti nama perempuan, tapi ia
adalah seorang laki-laki. Kasarah lahir di Indramayu, 18 Maret 1957. Di usianya
yang menginjak 61 tahun, ia sudah dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya
bernama Tarinah yang lahir pada 14 Juni 1986, sedangkan anak keduanya bernama
Masniah yang lahir pada 9 September 1990.
Kasarah menikah
dengan Rustani yang lahir pada tanggal 7 Mei 1965. Ia tidak mengenyam
pendidikan sama sekali, sehingga susah untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk menghidupi
keluarganya, berbagai profesi pernah ia jalani. Kasarah pernah merantau di ibu
kota dan menjadi tukang becak. Pulang hanya dua bulan sekali, bahkan terkadang
lebaran pun hanya pulang sehari.
Beberapa tahun
kemudian, ia kembali ke Indramayu dan menjadi tukang pembuat batu bata. Ia menyewa
tanah di pinggiran sawah sebagai lahan pembuatan batu bata, yang kemudian ia
jual sesuai dengan kesepakatan harga. Seharian penuh waktu ia habiskan di lahan
batanya, karena proses pembuatan yang memerlukan pengawasan. Pulang ke rumah
hanya untuk makan, mandi, dan beribadah. Di hari Minggu, terkadang ia membawa
kedua putrinya ke lahan untuk bermain dan menghabiskan waktu libur.
Semakin beriringnya
waktu, anak-anaknya semakin tumbuh besar. Kebutuhan hidup pun semakin
meningkat. Hal tersebut yang mendorongnya untuk memutar otak. Dari hasil
menjual batu bata, ia bisa menyewa sawah yang kemudian digarapnya sendiri. Perjuangan
tanpa lelahnya berbuah manis. Ia mampu membeli sepetak sawah dan menjadi mata
pencahariannya yang utama.
Menjadi petani
sawah tidak membuat Sarah puas. Ia tetap menggarap sawah sambil mencari
pekerjaan yang lain. Sampai ia bekerja sebagai tukang kuli di sebuah Koperasi
Unit Desa di desa Patrol. Badannya memang kurus kecil, tetapi Sarah tidak
pernah mengeluh. Cita-citanya hanya satu, menyekolahkan kedua anaknya agar bisa
menjadi orang sukses. Ia berharap mereka tidak menjadi sepertinya yang harus
bekerja dengan otot dan menghadapi teriknya matahari.
Pengorbanan Sarah
tak sia-sia. Dengan berbagai kekurangan dan cemoohan dari para tetangga, kedua putrinya
kuliah dan lulus di tahun yang sama, yakni pada tahun 2013. Kini putrid pertamanya
sudah bekerja sebagai bidan di Puskesmas Sukra, sedangkan putrid keduanya
bekerja sebagai guru di SMK Negeri 1 Anjatan.
#tantanganODOP5
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi
5 komentar:
Seorang ayah yang hebat
Petani hebat
Mudah2an sll diberikan kesehatan dan kekuatan.
Masya Allah, luar biasa 😊
Posting Komentar