Kamis, 25 Oktober 2018

Aku dan Kamu

Kesakitan menghentikan langkahku
Ketika kuteguhkan hati untuk menunggu
Ketika kupejamkan mata dari gelapnya sikapmu

Tuhan menitipkan rindu
Di hati kecil yang menolak penghuni baru
Meski mimpiku kini berkawan dengan sepi
Ia masih betah dengan sendiri

Masih sabar menanti rintik hujan
Menyegarkan tanah agar bau basah
Juga masih setia menunggu
Ada kata aku dan kamu

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Untuk Dicinta

Mungkin air di lautan tak akan pernah surut
Meski kau kuras ia tiap waktu
Sama halnya dengan rasaku
Tak pernah berkurang, sebutir pun tidak untukmu

Pernah kukatakan dengan lantang
Sekali hati berkata iya
Dengannya kuberikan seluruh dunia
Dan kupilih hatimu untuk dicinta

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Rabu, 24 Oktober 2018

Buku Harian 2 (Part 2)


Pikirannya berubah. Dia melepaskan semua perkiraan yang tak beralasan, dan aku menyukainya. Jalinan kasih yang pernah terputus kini terjalin kembali.
“Jujur, aku tidak bisa melupakan kenangan kita. Meski mataku berusaha tak menatap ke arahmu, namun hatiku tetap mengatur kaki ini untuk melangkah ke rumahmu. Dari kejauhan aku masih senang menikmati senyum indahmu, senyum yang tak ingin kusia-siakan, walau hanya sedetik,” katanya pada waktu itu. Tak ada jawaban lain dariku, selain kata “ya” saat ia katakana ingin kembali.
Aku sendiri pun sama, tak berniat menghilangkan wajah manis itu dari pikiran. Melihat senyumku terkembang, ia ambil selembar kertas, lalu kata-kata itu dirangkai hingga menjadi puisi paling indah di dunia.
Tak ada raut indah selain wajahmu
Tak ada senandung indah selain ucapmu
Tak ada pemandangan indah selain senyummu
Dan namamu selalu tersanjungkan di hati terdalamku
Aku yang berharap bisa memiliki
Hanya bisa berikan cinta
Namun percayalah
Suatu saat akan ada masanya untuk kita bahagia
Aku belajar terbiasa dengan perbedaan kita
Begitu juga kau
Mencoba masuk dalam duniaku dari kalangan jelata
Tapi cintamu seolah menjawab
Kita akan tetap bahagia dengan cinta
Terima kasih kekasihku
Atas cinta setulus pemberianmu
Bertahanlah selamanya denganku
Hingga dunia akan sangat terpaku
Melihatmu bersamaku

“Kita akan bahagia dengan cara kita, bukan dengan caci maki orang lain. Kita akan tunjukkan pada dunia bahwa tidak ada yang bisa jadi penghalang. Bahkan ketika bumi terbelah pun, tangan kita tetap berpegang teguh, menautkan cinta hingga ajal memisahkan.” Ia berjanji tak akan lagi terpengaruh dengan gunjingan dan cemoohan orang. Kehidupan ibarat langit dan bumi yang dikatakan orang tak lagi mengoyakkan cintanya.
Kutenggelamkan wajahku. Di pundaknya kutumpahkan segala rasa haru. Rasanya tak ingin lagi tertatihkan oleh waktu yang dahulu membela mulut-mulut tak bersekolah itu. Kupikir, apa peduli mereka? Ini kehidupan cintaku. Hanya aku yang bisa menentukan jalannya, termasuk untuk mencintai pria tak berharta seperti dia. Aku bahagia karena menjadi alasannya untuk kembali tersenyum.


#komunitasonedayonepost
#ODOP6

Selasa, 23 Oktober 2018

Pasangan


Kalian membuatku cemburu
Untuk memisahkanmu pun aku tak mampu
Ke mana-mana selalu berdua
Menjalani naik turunnya jalanan desa

Kalian pamerkan kemesraan di mataku
Aku harus apa
Hanya bisa memandang tanpa saling sapa

Baju kalian sama
Ukuran kaki pun sama
Suka duka dilalui meski dengan sederhana
Saling melindungi dari tajamnya kerikil dan batu di sana

Aku iri
Aku pun ingin punya pasangan sepertimu
Yang begitu setia di setiap waktu
Sandal jepitku

#TantanganODOP6
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi

Minggu, 21 Oktober 2018

Munafik


Munafik
Hidup di tengah-tengah orang munafik
Bagai tak hidup di atas dunia
Penuh dengan bohong dan dusta
Banyak termakan omongan
Bagai hewan menjilat ludahnya sendiri
Tak tahan jika kusudah bercengkerama
Bertemu dengan para setan bermuka dua
Bosan rasanya hati dan mata ini
Lelah menyaksikan mereka mengumbar janji
Lalu… Siapa yang patut disalahkan?
Dengan bermodal mulut dan ucapan durjana
Mereka memperdaya sekitar dengan pandainya
                        Bertampang alim sok suci
                        Bedebah!
                        Tak terbersit mengerti perasaan orang lain
                        Terpikir hanya demi kepuasan
Hendak apa mereka bertingkah?
Mencari kenyamanan atau perhatian?
Muka-muka munafik itu
Yang bisa tetap sembunyikan tangan

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Aku Ingin Kamu


Ternyata…
Apa yang kuharap tak kunjung datang
Apa yang kunanti tak pernah tampak
Ia malah memalingkan wajah bukan ke arahku
Aku terpelanting jatuh
Aku menyerah…
Sinar itu kian lama kian hilang
Redup hingga mati
Jangan simpan cintamu dalam tumpukan jerami
Munculkan ia di mataku
Setelah lama kuberjalan
Tertatih menyusuri bumi
Tak ada satu pun yang kuraih
Begitu juga kau
Berpalingnya wajahmu ke sampingku
Bukan sesuatu yang ingin kulihat
Bukan…
Ini pedih yang mengiris sukma
Mengertilah…
Aku ingin kamu


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Status


Aku tidak tahu harus menjelaskan dengan bahasa apa, agar hatiku paham bahwa hubungan kita sudah berstatus mantan. Meskipun kita sama-sama tahu, masih ada cinta di hati masing-masing. Tapi semua itu tidak berarti jika tidak ada kejelasan untuk ke depannya.
Kau tahu bagaimana aku. Ya, aku yang menginginkan untuk tinggal bersama orang tuaku jika nanti kita menikah. Alasanku sederhana, karena masih mau berbakti dan mengurus orang tua yang sedang sakit. Sedangkan kau sendiri tak mau, karena menurutmu seorang wanita harus patuh dengan suami, menuruti ke mana pun suami pergi. Lalu kuturunkan egoku. Baiklah, kita tidak tinggal di sini, tapi aku minta kita cari rumah kontrakan yang letaknya tak jauh dari orang tuaku, orang tuamu, juga tempat kerjaku. Jika ibuku membutuhkan, aku masih bisa membantunya, pikirku. Masalah pekerjaanmu, aku yakin akan ada jalan keluar.
Kau tetap menolak. Kau khawatir tidak bisa menghidupiku, karena selama ini kamu tidak menemukan pekerjaan di kampung kita. Kau memilih untuk membuka usaha di kota lain. Aku bisa apa? Aku tidak bisa memilih antara ibu denganmu. Kau juga tidak bisa memaksa. Satu minggu waktu kita berpikir, hingga keputusan itu harus kita ambil bersama.
Aku tak menyalahkanmu. Keadaan yang memaksa kita berada dalam kebimbangan dan akhirnya harus mengambil keputusan pahit. Kita sendiri pun belum siap dengan itu. Tapi mau bagaimana lagi? Jalan kita seolah tertutup dengan keegoan masing-masing.
Menyadarkan hati bukanlah hal yang mudah, terlebih tentang status yang sebenarnya tak pernah diinginkan. Jujur, kamu masih hidup di hatiku. Entah sampai kapan, aku pun tak tahu. Hanya lewat suara kita bisa bertatap muka. Pembahasan antara kita pun sama, masih berharap waktu akan mengubah keadaan. Kau yakinkan aku bahwa jodoh adalah rahasia. Mungkin saja besok atau lusa di antara kita ada yang mengalah, entah aku atau kamu. Atau mungkin takdir yang akan berbicara, kamu menemukan jalan mencari rezeki di kampung halaman sehingga bisa tinggal di sini. Harapan demi harapan kita rangkai bersama. Mantan hanya status hubungan, sedangkan hati masih saling sayang.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6