#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kepada angin ingin kukabarkan
Ada gelisah mendera
Tapi ini bukan rindu
Jurang pemisah kian tampak di mata
Risau pun terus melanda
Dia ataukah kamu?
Sajak puisiku merana
Hati ingin bersamamu
Namun jarak tak mungkin bertamu
Sajakku berpuisi mesra
Dunia memihak padanya
Sayang, ia bukanlah kamu
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Untuk buah hatiku, tenanglah sebentar
Aku ingin membagi kisah zaman dahulu
Kisah seorang putri nan jelita
Banyak-banyak disukai rakyatnya
Ia bertemu sang pengembara di suatu waktu
Dari kalangan tak berharta
Lalu mereka saling menjatuhkan hati
Berjanji sehidup dan semati
Raja menentangnya
Tak merestui cinta sang putri kepada sang lelaki
Betapa sedih hati putri
Hingga ia memilih tuk mengakhiri
Sang lelaki menyendiri
Meratapi kematian sang kekasih
Lambat laun tubuhnya semakin mengurus
Karena derita batin merindu tak bertepi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Kini kau bagai kalimat aktif intransitif
Tanpa objek pun ia bisa tetap tak pasif
Sama halnya dengan dirimu, Hanif
Ah... sungguh kau terlalu sensitif
Aku tak pantas kau cemburui
Kemarin kau melihat seorang lelaki
Yang memegang tanganku saat jalan kaki
Tapi bagiku hanya kau pujaan hati
Bukan dia, Hanif Alfian...
Tapi waktu yang akan menjelaskan
Dengannya hanya cinta sepintas jalan
Denganmulah aku hayalkan kebersamaan
Sanjunglah kembali untuk cinta nyata
Bersama kan kita tepiskan segala rasa duka
Yang terkadang kecut ibarat cuka
Rumah bahagia telah menanti kita berdua
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Aku gagal
Kau sama sekali tak menoleh saat aku memanggil
Baiklah.
Lampu neon itu menatap sebal padaku
Kenapa tak kupecahkan saja ia
Agar kertas puisi itu tak lagi menjadi lagu pilu
Baiklah.
Kepada rumput aku bicara
Bahwa tak ada lagi cinta Rama dan Sinta
Kenapa mereka masih saja percaya
Baiklah.
Tentang hati yang kisruh
Kau sama sekali tak berbalik saat aku memintamu berlabuh
Baiklah.
Aku pahami soal ini
Soal materi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6